love in love

Setetes embun di daun lamban bergulir
Ketika jatuh ke tanah terserap musnah
Begitupun hatiku diayun bimbang CINTAmu
Terhempas dan hampa tak terkira
Mentari tersaput mega enggan bersinar
Menusuk angin ke raga jiwa gemetar
Terpuruk ku disini di peluk CINTAmu
Membeku dan sara tak terkira……..
Adalah kau tuangkan cinta ke dalam tungku yang tengah panas menyala
Adalah kau padamkan bara tatkala hangat mulai membuai jiwa
Menggigil palung hati
Di pelukan bimbang CINTAmu
Terpuruk ku disini
Dihempas bimbang CINTAmu
Membeku dan sara tak terkira

what a world

anak kecil berlarian
pemuda-pemudi bermain gitar

para bapak hanya merokok
ibu-ibu pada berolok

owh,
mau jadi apa negeri ini
tak ada sekolah dengan keriangan dan riuh renyah ulah anak2
tiada pemuda-pemudi yang berkarya

lapangan kerja kosong tak berkaryawan
asap dapur telah mengepul tanpa ada nasi ditanak

owh,
di zaman apakah ini

ketika semua orang selalu santai
tanpa perlu menimba ilmu
bekerja pun tiada butuh

namun kehidupan tercukupi begitu saja
seolah ada mesin yang memanjakan mereka
mesin?itukah?
apakah mesin bukan tercipta da ri tanan orang2 berilmu dan bermodal?
atau uang itu tinggal memetik dari pohon??

I was in Love,,I’m broken heart

I was in Love,,I’m broken heart

kan kubiarkan harapanku menjadi bintang2 yang menyinarinya kala malam
kan kupersembahkan kehangatan cinta ketika angin dingin menyapa dirinya
meski kini hanya bis kukenang kisah kita
namun getaran di jiwaku masih ada
setiap pandangan kita menyatu
meniupkan sejuta gelora di dalam sanubariku
dimana kau pernah bertahta di sana

« Older entries